Sedikit Tentang DPRK

Democratic People Republic of Korea (DPRK) atau lebih dikenal dengan sebutan Korea Utara, adalah sebuah negara di bagian timur benua Asia, mencakupi bagian utara Semenanjung Korea. Korea Utara berbatasan dengan Korea Selatan di sebelah selatan; dengan Republik Rakyat Cina dan sedikit wilayah Rusia di bagian utara. Penduduk setempat menyebut negara ini Pukchosŏn (북조선, “Chosŏn Utara”). Negara dengan luas wilaya 120.540 Km2 dengan penduduk kira-kira 22 juta jiwa (DPRK tidak pernah mengumumkan populasi penduduk).
DPRK di pimpin oleh Ketua Dewan Pertahanan yaitu Kim Jong Il, banyak orang menyatakan Kim Jong Il sebagai Presiden DPRK, namun hal ini kurang tepat, karena DPRK mengakui hanya satu Presiden yaitu Kim Il Sung yang di angkat sebagai presiden abadi yang tidak tergantikan.
Sebelumnya
Korea Utara, nama Negara yang membuat telinga tergelitik. Banyak orang saya tanya, apa pandangan mereka tentang Negara ini? Beberapa orang berkata tentang nuklir, tentang Negara yang tertutup, tapi tidak satupun yang membuat saya mengerti dengan jelas tentang Negara sejuta misteri ini. Saya termasuk orang yang suka berpetualang tentunya dengan memperhatikan factor kenyamanan, karena saya bukanlah seorang backpacker. Untuk menjawab pertanyaan saya tentang North Korea, Saya mencoba mencari beberapa travel agent di Indonesia, dan mereka semua berkata no idea, dan setelah itu saya tau kemana saya harus bergerak, travel agent di China, beberapa travel agent menyediakan layanan perjalanan ke Democratic People Republic of Korea (DPRK), tentunya pesertanya harus dapat berbahasa Mandarin, karena ini adalah bahasa yang akan di pakai dalam tour.
Jadwal tour ada di bulan Oktober awal, tapi pendaftaran di tutup sampai tanggal 30 Juli. Dengan jumlah pendaftar maksimum 20 orang, begitu ada 20 orang pendaftar mereka akan tutup, jadi cukup sulit untuk mencari kesempatan pergi kesana. Mengapa demikian ? Karena data yang kita masukkan harus di saring dulu oleh dinas imigrasi dan intelegen DPRK. Setelah itu, kita akan di hubungi dan diberikan kode khusus untuk aplikasi visa yang akan dilakukan saat pertemuan di Beijing. Sebetulnya ini terasa bukan sebuah tour, tapi seperti perjalanan penyelundupan.
1 Oktober 2008
Di waktu yang sudah di tentukan jam 08:00 am, kita diminta untuk berkumpul di Xinwen Hotel yang letaknya di pusat kota Beijing. Saya pergi berdua dengan teman baik saya berkewargaan China. Setibanya di Hotel saya bertemu dengan 18 orang lainnya. 1 Group ini terdiri dari 20 orang. Paspor kami dikumpulkan ke orang utusan DPRK untuk proses visa, sampai menit ini, kemungkinan visa DPRK anda masih bisa di tolak apabila anda memang mencurigakan atau membahayakan, jadi kepastian berangkat untuk setiap orang adalah esok hari, yaitu tgl 2. Setelah itu jam 10:00am kita dikumpulkan untuk pengarahan tentang perjalanan ke DPRK. Dalam ruang meeting kita bertemu dengan dinas keamanan DPRK, pihak travel di China, dan pihak Departemen Imigrasi DPRK, mereka menyampaikan hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan di DPRK. Beberapa barang seperti handy cam, gps, dan alat-alat yang memancarkan signal radio dan telekomunikasi tidak di perbolehkan untuk masuk ke DPRK. Khusus untuk Handphone dapat di titipkan di Imigrasi setelah tiba di DPRK dan akan di kembalikan setelah kita ada di atas pesawat sebelum meninggalkan Pyongyang.
Wow, apakah ini sebuah tour? Ya ini sebuah tour, tapi menurutku lebih cocok disebut sebuah perjalanan penyelundupan yang mengerikan. Hari itu serasa di isolasi di Hotel, meskipun kami boleh meninggalkan hotel, tapi saya curiga kami dibuntuti apabila meninggalkan hotel ini. Karena di sekitar lorong hotel yang kamu tinggalli ada 20 orang berbaju hitam, saya curiga mereka badan intelegen. Sore itu saya putuskan untuk keluar membeli beberapa barang sekaligus makan malam, saya lihat beberapa kali orang-orang yang berbaju hitam tadi mengikuti saya di belakang.
2 Oktober 2008
Pagi itu jam 08:00 am, kita kumpul di tempat breakfast untuk pembagian paspor dan tiket penerbangan Air Koryo. Setelah kembali ke kamar, tiba-tiba kamar kami di ketuk oeh tour leader dan beberapa orang dari DPRK, mereka mau mengumpulkan bagasi untuk di masukkan dalam bus. Mereka permisi masuk kekamar langsung memeriksa bagasi kami, mereka bongkar tas-tas kami. Mata mereka tajam dan seram dengan teliti melihat ke kiri dan kanan kita sudah kaya orang yang di curigai. Mereka periksa-periksa ada 5 menit sesudah itu bicara pakai bahasa mereka, langsung kita di kasih tau untuk menutup koper, di gembok, dan di angkat sama mereka pakai troli. Saya baru tahu cara orang DPRK menjaga keamanannya, bahkan tas cabin pun mereka periksa. Oh iya, laptop yang bisa dibawa adalah laptop tanpa Bluetooth, wireless, dan system gps, atau Laptopnya terpaksa di tinggal di Beijing.
Jam 10: 00, di jemput dengan bus untuk menuju BCIA untuk penerbangan ke Pyongyang. Dan mulailah kisah yang lebih seru lagi. Setibanya di BCIA, mereka membantu check-in dsbnya. Seperti biasa. Sampai akhirnya waktunya boarding dan naik ke pesawat.
FLIGHT DETAIL
Date : 02 Oktober 2008
Flight No. : JS 152
Route : Bejing (PEK) – Pyongyang (KOR)
Aircraft : IL 62
ETD : 13:00
ETA : 17:00
Flight Time : 2 Hours
Begitu masuk dalam pesawat Air Koryo, kesan yang saya dapat adalah kuno. Dari mulai peralatan dalam kabin, kursi, karpet dan semuanya kuno, keadaan cabin gelap dan berasa pengap, tapi salah satu hal yang perlu anda ingat ketika membaca kisah saya tentang DPRK adalah Negara ini ingin selalu menampilkan yang terbaik untuk dilihat oleh orang dari Negara lain, supaya orang lain tertarik dan menganggap mereka lebih dari yang lain. Air Koryo melatih, mendidik, dan memilih secara ketat pramugari mereka, saya yakin mereka memilih dari seluruh rakyat mereka wanita-wanita tercantik, terpandai dan ter yang lain untuk dididik menjadi pramugari. Buktikan dalam foto saya nanti.
Hari itu saya duduk di barisan ke 15, saya pilih window seat, karena ketika memasuki pintu pesawat dan memperhatikan tempat bagasi cabin saya sempat terkejut, wow… ini bukan pesawat, ini kereta api, tempat bagasi mereka tanpa tutup, saya khawatir, kalau-kalau bagasinya jatuh. Begitu duduk di seat A, ngga selang beberapa lama FA mulai membagi-bagikan kipas kertas ala Cina, saya pikir baru naik pesawat kok sudah bagi-bagi souvenir. Tapi perkiraan saya salah. Beberapa saat kemudian pemandangan di seluruh pesawat berubah semua penumpang mulai membuka kipas lipat itu dan mulai mengipaskannya dengan semangat. Wah ada apa ini? Karena, Welcome aboard Air Koryo non AC flight. ACnya sedang rusak, jadi kita di bagi kipas. Oh tidak, saya akan memulai penerbangan tanpa ac hari ini. Keadaan jadi lebih parah waktu pintu di tutup oh… sama sekali tanpa perputaran udara, sesak nafas, dan keringat segede-gede jagung mulai menetes kiri kanan. Kalau bisa mau turun dari pesawat. nggak tahan…
Baca Lanjutannya…